Personel Polresta Banda Aceh Ikuti Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha

26 Sep 2026 14:38   Humas   83x dilihat

Personel Polresta Banda Aceh Ikuti Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha

Banda Aceh — Personel Polresta Banda Aceh dipimpin Wakapolresta, AKBP Benny Bathara mengikuti kegiatan pembinaan rohani (Binroh) berupa Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) secara hybrid dari Masjid Babuttaqwa, Sabtu, (26/9/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu sarana peran ulama yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara telah berjuang untuk menjaga bangsa dan negara.

Wakapolresta menyampaikan bahwa Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha menjadi pengingat bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugasnya, sehingga butuh dukungan, doa, dan nasihat dari para ulama.

" Peran tersebut tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Terlebih, Indonesia memiliki keberagaman yang harus terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan ," kata AKBP Benny.

K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Baha, merupakan ulama ahli tafsir Al-Qur'an dan pakar fikih terkemuka. Kiai kelahiran Rembang pada 1970 ini dikenal luas di Indonesia melalui gaya dakwahnya yang lugas, mendalam, dan mudah dipahami, dengan pendekatan keilmuan yang disampaikan secara santai serta diselingi humor. Kesederhanaannya juga menjadi ciri khas dalam setiap penampilannya.

Saat ini, Gus Baha mengemban amanah sebagai pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Rembang, meneruskan kepemimpinan sang ayah. Ia juga menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII).

Dalam pengajian tersebut, Gus Baha menegaskan bahwa keberadaan polisi memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya tindak kejahatan di tengah masyarakat. Namun, menurutnya, perilaku baik semestinya tidak hanya didasarkan pada rasa takut terhadap hukum dan sanksi sosial, tetapi juga tumbuh dari kesadaran berketuhanan.

Menurut Gus Baha, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi landasan moral yang mendorong setiap orang untuk senantiasa berbuat baik, termasuk ketika tidak ada polisi yang mengawasi maupun masyarakat yang mengetahui perbuatannya.

Dalam konteks kepolisian, nilai tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga perlu disertai penguatan kesadaran moral di tengah masyarakat.

“Kalau seseorang berbuat baik hanya karena takut ditangkap polisi atau takut mendapat sanksi sosial, lalu bagaimana ketika dia berada di tempat yang tidak ada polisi dan tidak ada orang lain yang melihat? Di situlah pentingnya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Orang yang berketuhanan akan tetap menjaga dirinya karena menyadari bahwa Allah selalu melihat. Karena itu, tugas kepolisian dalam menjaga keamanan perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai agama dan moral, agar kebaikan tidak semata-mata lahir karena takut terhadap hukuman, tetapi tumbuh dari kesadaran dalam diri setiap manusia,” ujar Gus Baha.

Tags: ngaji kebangsaandoa bersamakeberkatanpolresta banda aceh


Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Tinggalkan Komentar

Anti-Spam: Komentar akan dimoderasi. Hindari penggunaan link, kata-kata tidak pantas, atau promosi.
Minimal 3 karakter. Hindari karakter spesial.
Email Anda tidak akan dipublikasikan.
0/1000 karakter
Jawab pertanyaan matematika di atas untuk memverifikasi bahwa Anda manusia